Sunday, June 30, 2013

Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan


Bismillahirrahmaanirahiiim
Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh...
Alhamdulillah,sebentar lagi Ramadhan datang menjelang.
Kaum muslimin semua senang.
Suasana pun jadi tenang.
Karena memang bulan ini adalah bulan kemenangan.
Berada di bulan mulia,memanfaatkan secara maksimal dan meraih keutamaannya adalah kerinduan orang-orang bertaqwa.
Sejauh apa kerinduan dan kecintaan kita pada ramadhan, adalah ukuran awal sebaik apa kita akan meraih segala bentuk kebaikan di bulan ini.
Semoga Allah SWT menolong kita untuk menjadi hamba-hamba yang lebih bertaqwa.
Puasa Ramadhan wajib hukumnya bagi umat muslim,sebagaimana firman Allah SWT,yg artinya:
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(QS. al - Baqarah [2] : 183)
Bulan Ramadhan ibarat air yang suci bagi orang yang ingin bertaubat, yang akan membersihkan seluruh celah tubuh dari segala noda yang pernah mengotorinya.
Peluklah Ramadhan.
Menangislah di dalamnya.
Termenunglah di dalamnya.
Bergembiralah karenanya.
Muliakanlah kehadirannya.

Karena sesungguhnya setiap detik yang kita rasakan di bulan ini, adalah anugerah yang terindah yang mungkin tak akan terulang untuk kali kedua.
Allahumma ya Allah,
jadikanlah bulan ini,
bulan yang mulia buat kami,
bulan yang mampu mengangkat derajat kami,
bulan yang mampu menyelamatkan jiwa kami,
bulan yang mampu mereda murka-Mu atas kami,
dan bulan yang akan memenangkan kami atas kaum yang dzalim.
Hanya kepada-Mu kami berserah diri dan hanya kepada-Mu kami mohon ampunan.
Rahasia Puasa dan Syarat- syarat Batinnya
Ketahuilah bahwa puasa ada tiga tingkatan:
Puasa orang awam, puasa orang khusus dan puasa orang super khusus.
Puasa orang awam ialah, menahan perut dan kemaluan dari memperturutkan syahwat.
Puasa orang khusus ialah, menahan pendengaran, penglihatan, lisan, tangan, kaki dan semua anggota badan dari berbagai dosa.
Sedangkan puasa orang super khusus ialah puasa hati dari berbagai keinginan yang rendah dan pikiran-pikiran yang tidak berharga; juga menahan hati dari selain Allah secara total,dan puasa ini menjadi “batal” karena fikiran tentang selain Allah dan hari akhir.
Karena fikiran tentang dunia kecuali dunia yang dimaksudkan untuk agama tersebut sudah termasuk bekal akhirat dan tidak lagi dikatakan sebagai dunia.
Ini merupakan tingkatan para Nabi, Rasul, Shiddigin dan Mugarrabin.
Allah SWT berfirman;
“Katakanlah: “Allah,” kemudian biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.”
(al-An’am : 91)
Adapun puasa orang khusus ialah puasa orang-orang shalih yaitu menahan anggota badan dari berbagai dosa.
Sedangkan kesempurnaannya ialah dengan enam perkara:
Pertama:
Menundukkan pandangan dan menahannya dari berkeliaran memandang ke setiap hal yang dicela dan dibenci, ke setiap hal yang bisa menyibukkan hati dan melalaikan dari mengingat Allah ‘azza wajalla.
Rasulullah SAW bersabda:
“Pandangan adalah salah satu anakpanah beracun di antara anak panah Iblis, semoga Allah melaknatinya.
Barangsiapa meninggalkannya karena takut kepada Allah maka ia telah diberi Allah keimanan yang mendapatkan kelezatannya di dalam hatinya.”

(Diriwayatkan oleh al-Hakim dan ia men-shahih- kan sanad-nya)
Kedua:
Menjaga lisan dari bualan, dusta, ghibah, gunjingan,kekejian, perkataan kasar,pertengkaran, dan perdebatan;
mengendalikannya dengan diam;menyibukkannya dengan dzikrullah dan tilawah al-Qur’an.
Itulah puasa lisan.
Sufyan berkata:
Ghibah dapat merusak puasa.
Basyar bin al-Harits meriwayatkannya darinya.
Laits meriwayatkan dari Mujahid:
Dua hal dapat merusak puasa:
Ghibah dan dusta.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya puasa itu tidak lain adalah perisai, apabila salah seorang di antara kamu sedang berpuasa maka janganlah berkata kotor dan jangan pula bertindak bodoh, dan jika ada seseorang yang menyerangnya atau mencacinya maka hendaklah ia mengatakan sesungguhnya aku berpuasa. sesungguhnya aku berpuasa. ”
(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Ketiga:
Menahan pendengaran dari mendengarkan setiap hal yang dibenci (makruh) karena setiap yang diharamkan perkataannya diharamkan pula mendengarkannya.
Oleh sebab itu Allah menyamakan antara orang yang mendengarkan dan orang yang memakan barang yang haram,
firman-Nya:
“Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram.”
(al-Ma’idah : 42)
Firman-Nya lagi:
“Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram?”
(al-Ma’idah: 63)
Jadi, mendiamkan ghibah adalah haram.
Firman Allah:
“Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka.”
(an- Nisa’ :140)
Keempat:
Menahan berbagai anggota badan lainnya dari berbagai dosa, seperti menahan tangan dan kaki dari hal-hal yang dibenci, menahan perut dari berbagai syubhat pada waktu tidak puasa.
Tidak ada artinya berpuasa, yaitu menahan makanan yang halal, kemudian berbuaka puasa dengan barang yang haram.
Orang yang berpuasa seperti ini laksana orang yang membangun istana tetapi ia menghancurkan negeri, karena makanan yang halal itu hanya berbahaya lantara dikonsumsi terlalu banyak bukan lantaran jenisnya, sementara puasa hanya untuk menguranginya.
Orang yang berhenti mengkonsumsi obat karena takut bahayanya, bila ia beralih meminum racun maka ia adalah orang bodoh.
Barang yang haram adalah racun yang menghancurkan agama, sedangkan barang yang halal adalah obat yang bermanfaat bisa dikonsumsi sedikit tetapi berbahaya bila terlalu banyak.
Tujuan puasa ialah mengurangi makanan yang halal tersebut.
Rasulullah SAW bersabda:
“Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi ia tidak mendapatkan dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga.”
(Diriwayatkan oleh Nasa’i dan Ibnu Majah)
Dikatakan: Ia adalah orang yang berbuka puasa dengan makanan yang haram.
Dikatakan juga: Ia adalah orang yang menahan diri dari makanan yang halal tetapi berbuka dengan “memakan daging manusia” yakni dengan ghibah yang notabene haram.
Dikatakan: Ia adalah orang yang tidak menjaga anggota badannya dari berbagai dosa.
Kelima:
Tidak memperbanyak makanan yang halal pada saat berbuka puasa sampai penuh perutnya.
Karena tidak ada wadah yang paling dibenci oleh Allah selain perut yang penuh dengan makanan halal.
Bagaimana puasanya bisa bermanfaat untuk menundukkan musuh Allah dan mengalahkan syahwat jika orang yang berpuasa itu pada saat berbuka melahap berbagai macam makanan untuk mengganti berbagai makanan yang tidak boleh dimakannya di siang hari?
Bahkan telah menjadi tradisi, berbagai makanan disimpan dan dikumpulkan untuk dimakan pada bulan Ramadhan padahal makanan itu cukup untuk dimakan beberapa bulan di luar Ramadhan.
Keenam:
Hendaknya setelah ifthar hatinya “tergantung” dan “terguncang” antara cemas dan harap, sebab ia tidak tahu apakah puasanya diterima sehingga termasuk golongan Muqarrabin atau ditolak sehingga termasuk orang-orang yang dimurkai?
Hendaklah hatinya dalam keadaan demikian di akhir setiap ibadah yang baru saja dilaksanakan.
Diriwayatkan dari al-Hasan bin Abu Hasan al-Bashri bahwa ia melewati suatu kaum yang tengah tertawa.
Lalu Ia berkata:
Sesungguhnya Allah menjadikan bulan Ramadhan sebagai arena perlombaan melakukan ketaatan bagi makhluk-Nya, kemudian ada orang-orang yang berlomba hingga menang dan ada pula orang-orang yang tertinggal lalu kecewa.
Tetapi yang sangat mengherankan ialah pemain yang tertawa-tawa di saat orang- orang berpacu meraih kemenangan.
Abu Darda’ berkata:
Duhai indah tidurnya orang-orang cerdas dan tidak puasanya mereka, bagaimana mereka tidak mencela puasa orang-orang bodoh dan begadangnya mereka!
Sungguh satu butir dari kebaikan dari orang yang yakin dan bertaqwa lebih utama dan lebih kuat ketimbang segunung ibadah dari orang-orang yang tertipu.
Oleh sebab itu, sebagian ulama berkata:
Berapa banyak orang yang berpuasa sesungguhnya dia tidak berpuasa dan berapa banyak orang yang tidak berpuasa tetapi sesungguhnya ia berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa adalah amanah maka hendaklah salah seorang di antara kamu menjaga amanahnya. ”
(Diriwayatkan oleh al-Khara’ithi dan sanad-nya hasan)
Persiapan Menyambut puasa Ramadhan
Ramadhan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan, bulan yang penuh berkah dari berbagai sisi kebaikan.
Sebab itu, umat Islam hendaklah mengambil keberkahan Ramadhan dari berbagai aktifitas positip dan bisa memajukan Islam dan pemeluk Islam.
Meliputi dari sisi ekonomi, sosial, peradaban, budaya, dan pemberdayaan umat manusia.
Namun demikian semua kegiatan yang positif itu tidak harus mengganggu kekhusyu'an dalam ibadah ramadhan terutama di sepuluh hari terakhir puasa bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW. menjadikan bulan puasa ramadhan sebagai bulan yang penuh aktivitas dan amaliah positif. Selain yang telah dijelaskan seperti tersebut di atas, beliau juga aktip melakukan aktifitas sosial kemasyarakatan.
Persiapan Mental
Persiapan mental untuk menjalankan ibadah puasa dan ibadah terkait lainnya sangatlah penting.
Apalagi pada menjelang 10 hari hari terakhir, karena ajakan keluarga yang menginginkan belanja mempersiapkan hari raya Idul Fitri, pulang kampung, beli pakaian dll, sangat mempengaruhi umat Islam dalam menunaikan kekhusyu'an ibadah puasa Ramadhan.
Kesuksesan ibadah bulan Ramadhan seorang muslim bisa dilihat dari akhirnya.
Jika akhir bulan Ramadhan diisi dengan i’tikaf dan taqarrub yang lainnya, maka insya Allah dia termasuk yg berhasil dan sukses dalam menjalankan ibadah Ramadhan.
Persiapan ruhiyah (spiritual)
Persiapan ruhiyah dapat dilaksanakan dengan meningkatkan ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Quran,saum sunnah, berdzikir, berdo’a dll.
Dalam hal mempersiapkan ruhiyah, Rasulullah SAW. memberi contoh kepada umatnya yaitu dengan memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, sebagaimana yang diriwayatkan oleh
‘Aisyah RA. berkata:
” Saya tidak melihat Rasulullah SAW. menyempurnakan puasanya, kecuali pada bulan Ramadhan.
Dan saya tidak melihat dalam satu bulan yang lebih banyak puasanya kecuali pada bulan Sya’ban”

(HR Muslim).
Persiapan fikriyah
Persiapan fikriyah atau akal dilakukan dengan mendalami ilmu, khususnya ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan.
Banyak orang yang berpuasa tidak menghasilan kecuali lapar dan dahaga.
Hal ini dilakukan karena puasanya tidak dilandasi dengan ilmu yang cukup.
Seorang yang beramal tanpa ilmu, maka tidak menghasilkan kecuali kesia-siaan belaka.
Persiapan Fisik dan Materi
Seorang muslim tidak akan mampu atau berbuat maksimal dalam berpuasa jika fisiknya sakit.
Oleh karena itu mereka dituntut untuk menjaga kesehatan fisik, kebersihan rumah, masjid dan lingkungan. Rasulullah mencontohkan kepada umat agar selama berpuasa tetap memperhatikan kesehatan.
Hal ini terlihat dari beberapa peristiwa di bawah ini :
- Menyikat gigi dengan siwak
(HR. Bukhori dan Abu Daud).
- Berobat seperti dengan berbekam (Al-Hijamah) seperti yang diriwayatkan Bukhori dan Muslim.
- Memperhatikan penampilan, seperti pernah diwasiatkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kepada sahabat Abdullah ibnu Mas’ud ra, agar memulai puasa dengan penampilan baik dan tidak dengan wajah yang cemberut.
(HR. Al-Haitsami).
Sarana penunjang yang lain yang harus disiapkan adalah materi yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.
Idealnya seorang muslim telah menabung selama 11 bulan sebagai bekal ibadah Ramadhan.
Sehingga ketika datang Ramadhan, dia dapat beribadah secara khusyu’ dan tidak berlebihan atau ngoyo dalam mencari harta atau kegiatan lain yang mengganggu kekhusyu’an ibadah Ramadhan.
Merencanakan Peningkatan Prestasi Ibadah (Syahrul Ibadah)
Ibadah Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat.
Tahun depan harus lebih baik dari tahun ini, dan tahun ini harus lebih baik dari tahun lalu.
Ibadah Ramadhan yang kita lakukan harus dapat merubah dan memberikan output yang positif.
Perubahan pribadi, perubahan keluarga, perubahan masyarakat dan perubahan sebuah bangsa.
Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri
(QS AR- Ra’du 11).
Diantara bentuk-bentuk peningkatan amal Ibadah seorang muslim di bulan Ramadhan, misalnya; peningkatan, ibadah puasa, peningkatan dalam tilawah Al- Qur’an, hafalan, pemahaman dan pengamalan.
Peningkatan dalam aktifitas sosial, seperti: infak, memberi makan kepada tetangga dan fakir-miskin, santunan terhadap anak yatim, beasiswa terhadap siswa yang membutuhkan dan meringankan beban umat Islam.
Juga merencanakan untuk mengurangi pola hidup konsumtif dan memantapkan tekad untuk tidak membelanjakan hartanya, kecuali kepada pedagang dan produksi negeri kaum muslimin, kecuali dalam keadaan yang sulit (haraj).
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat)
Bulan Ramadhan adalah bulan dimana syetan dibelenggu, hawa nafsu dikendalikan dengan puasa, pintu neraka ditutup dan pintu surga dibuka.
Sehingga bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat kondusif untuk bertaubat dan memulai hidup baru dengan langkah baru yang lebih Islami.
Taubat berarti meninggalkan kemaksiatan, dosa dan kesalahan serta kembali kepada kebenaran.
Atau kembalinya hamba kepada Allah SWT, meninggalkan jalan orang yang dimurkai dan jalan orang yang sesat.
Taubat bukan hanya terkait dengan meninggalkan kemaksiatan, tetapi juga terkait dengan pelaksanaan perintah Allah.
Orang yang bertaubat masuk kelompok yang beruntung.
Allah SWT. berfirman:
“Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”
(QS An-Nuur 31).
Oleh karena itu, di bulan bulan Ramadhan orang-orang beriman harus memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT.
Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka.
Taubah dan istighfar menjadi syarat utama untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan karunia Allah SWT.
“Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.”
(QS Hud 52)
Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah
Da’wah Bulan Ramadhan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah.
Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah).
Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan.
Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dll, sampai terwujud perubahan- perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan.
Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan, sehingga kebaikan itulah yang dominan atas keburukan.
Dan dominasi kebaikan bukan hanya dibulan Ramadhan, tetapi juga diluar Ramadhan.
Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrul Muhasabah (Bulan Evaluasi)
Dan terakhir, semua ibadah Ramadhan yang telah dilakukan tidak boleh lepas dari muhasabah atau evaluasi.
Muhasabah terhadap langkah- langkah yang telah kita perbuat dengan senantiasa menajamkan mata hati (bashirah), sehingga kita tidak menjadi orang/ kelompok yang selalu mencari-cari kesalahan orang/kelompok lain tanpa mau bergeser dari perbuatan kita sendiri yang mungkin jelas kesalahannya.
Semoga Allah SWT senantiasa menerima shiyam kita dan amal shaleh lainnya dan mudah-mudahan tarhib ini dapat membangkitkan semangat beribadah kita sekalian sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera.Aamiin...
Dan itu baru akan terwujud jika bangsa ini yang mayoritasnya adalah umat Islam kembali kepada Syariat Allah.
Wallahu a’lam.
Semoga bermanfaat...
Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh

Wednesday, June 26, 2013

makalah - MODULATION DIGITAL



                                   MODULATION DIGITAL


Syamsurya Alam
086/D.III/TNU.IV/11

Telekomunikasi dan Navigasi Udara IV

AKADEMI TEKNIK DAN KESELAMATAN PENERABANGAN MAKASSAR
2013

Kata Pengantar


Alhamdulillah, panjatkan kehadirat Allah swt karena berkat rahmat dan karunianya Saya dapat menyelesaikan tugas makalah “Modulasi Digital” dan dapat terselesaikan dengan tepat waktu.
Penulisan Laporan ini adalah salah satu bentuk penilaian yang dilakukan oleh dosen mata kuliah Telelomunikasi dan sebagai dasar untuk penyusunan Makalah kedepan.
            Sehubungan dengan terselesaikannya tugas makalah ini tidak lupa saya ucapankan rasa terimah kasih kepada :
·         Orang tua yan telah memberi Doa dan semangat
·         Pak. Erdin Komaruddin S.Kom dan Pak. Arso Hadi W. S.SiT selaku dosen pengajar
·         Teman teman yang telah membantu dan memberikan saran.
Dalam penulisan ini masih banyak kekurangan, karena penulis hanya manusia biasa yang jauh dari kesempurnaan. Lebih dan kurangnya dari penulisan ini mohon dimaklumi. Sekian dan terima kasih. Wassalam.

                       
                                                                                                Makassar, 18 Februari 2013

                                                                                               
                                                                                                               Penulis


                                                                                                           




DAFTAR ISI

 


BAB I


Pendahuluan

                                  I.            Latar belakang

Bab ini memperkenalkan salah satu teknik modulasi yakni teknik modulasi digital. Perbedaan utama antara modulasi digital dan modulasi analog adalah bahwa pesan yang ditransmisikan untuk system modulasi digital mewakili seperangkat simbol-simbol abstrak. (Misalnya 0 s dan l s untuk sistem transmisi biner), sedangkan dalam sistem modulasi analog, sinyal pesan adalah gelombang kontinyu. Untuk mengirim pesan digital, modulasi digital mengalokasikan sepotong waktu yang disebut interval sinyal dan menghasilkan fungsi kontinyu yang mewakili simbol.

 Pada modulasi digital, pesan sinyal diubah menjadi sinyal baseband. dalam sistem komunikasi nirkabel, bagian kedua dari modulasi mengubah sinyal baseband ke frekuensi radio (RF) sinyal, modulasi fase, frekuensi atau amplitudo sinyal pembawa. Dalam sebuah sistem kabel, sinyal pada baseband dapat dikirimkan secara langsung tanpa modulasi carrier. Namun, kadang-kadang, beberapa sinyal pesan diperlukan untuk mengirimkan melalui kawat yang sama. Dalam keadaan tertentu beberapa teknik modulasi dapat digunakan sehingga pesan yang berbeda dapat dimodulasi ke frekuensi yang berbeda. Teknik ini disebut Frequency Division Multiple Access (FDMA). Selain ini, ada lebih banyak teknik akses yang dapat digunakan untuk sistem digital, seperti Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA).


                               II.            Tujuan Penulisan

Agar Penulis dan Pembaca dapat mengetahui bagaimana Proses Modulasi Digital  dan sebagai tugas.

BAB II


                         I.            PENGERTIAN  MODULASI  DIGITAL

           
                Modulasi adalah teknik penumpangan data dalam bentuk sinyal pada gelombang pembawa/carier melalui suatu media transmisi.

Modulasi Digital adalah teknik penumpangan data dalam bentuk sinyal digital pada gelombang pembawa/carier melalui suatu media transmisi.

Proses ModulasiDemodulasi

Pengirim (Tx)   →    Media Transmisi    →    Penerima (Rx)

1.      Input→Data
2.      Tranducer/Sensor/Encoder→Sinyal
3.      Modulator→Sinyal+carier
Udara, antariksa Coaxial cable, kawat Fiberoptik.
1.       Demodulator → Sinyal
2.       Decoder → Data
3.       Output
 







Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) ke dalam sinyal carrier. Modulasi digital sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated carrier) memeiliki ciri-ciri dari bit-bit (0 atau 1) yang dikandungnya. Berarti dengan mengamati modulated carriernya, kita bisa mengetahui urutan bitnya disertai clock (timing, sinkronisasi). Melalui proses modulasi digital sinyal-sinyal digital setiap tingkatan dapat dikirim ke penerima dengan baik. Untuk pengiriman ini dapat digunakan media transmisi fisik (logam atau optik) atau non fisik (gelombang-gelombang radio). Pada dasarnya dikenal 3 prinsip atau sistem modulasi digital yaitu: ASK, FSK, dan PSK.
Kelebihan modulasi digital dibandingkan modulasi analog adalah sebagai berikut:

1.      Teknologi digital mempunyai suatu sinyal dalam bentuk digital yang mampu mengirimkan data yang berbentuk kode binari (0 dan 1),
2.      Sinyal digital juga mampu mengirimkan data lebih cepat dan tentunya dengan kapasitas yang lebih besar dibandingkan sinyal analog
3.      Memiliki tingkat kesalahan yang kecil, dibanding sinyal analog
4.      Data akan utuh dan akan lebih terjamin pada saat dikirimkan atau ditransmisikan di bandingkan modulasi analog
5.      Lebih stabil dan tidak terpengaruh dengan pengaruh cuaca

Kelemahan modulasi digital ini adalah sebagai berikut:
1.      Modulasi digital termasuk yang mudah error
2.      Bila terjadi gangguan maka sistemnya akan langsung berhenti











                               II.            Penjelasan ASK, FSK, PSK






a.      ASK(Amplitudo Shift Keying)



Modulasi yang menyatakan signal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu
(misalnya 1 Volt) dan sinyal digital 0 sebagai sinyal digital dengan tegangan 0 volt.
Sinyal ini yang kemudian digunakan untuk menyala-matikan pemancar, kira-kira mirip sinyal morse. Amplitude-shift Keying (ASK), digunakan suatu jumlah terbatas amplitudo.


Block Diagram pembangkit Sinyal ASK


Aplikasi ASK
“Infrared Remote Control Extender dengan menggunakan Modul IR-8510, TLP916A dan RLP916A”
merupakan salah satu alat yang menggunakan aplikasi dari modulasi digital ASK(Amplitude Shift Keying). Untuk lebih jelasnya berikut uraiannya : Teknologi infrared dalam aplikasi remote control saat ini sudah banyak dijumpai pada berbagai macam perangkat elektronik. Namun sampai saat ini, infrared mempunyai keterbatasan untuk pengendalian pada jarak yang sangat jauh ataupun menembus dinding. Prinsip kerja dari Infrared Remote Control Extender ini adalah mengubah sinyal infrared menjadi gelombang radio dengan frekwensi UHF sehingga transmisi data dapat dilakukan pada jarak yang cukup jauh dan diterima dengan penerima UHF serta kembali diubah menjadi sinyal-sinyal infrared. Frekwensi UHF 916 MHz digunakan untuk menghindari adanya noise-noise dari frekwensi radio lainnya. sinyal yang ditembakkan oleh remote control infra diterima oleh Modul IR-8510 dan diteruskan ke Modul TLP916. Sensor infrared pada modul IR-8510 mengubah pancaran cahaya infrared menjadi sinyal data seperti tampak pada bagian RXD gambar 2. Kemudian data diteruskan secara serial ke Modul TLP91 yang berlaku sebagai UHF Transmitter dan diterima oleh Modul RLP916 yang berlaku sebagai UHF Receiver. Amplitudo Shift Keying yaitu suatu modulasi di mana logika 1 diwakili dengan adanya sinyal frekwensi 916 MHz dan logika 0 diwakili dengan adanya kondisi tanpa sinyal Modulasi ASK. Untuk memperkuat keluaran dari Modul IR-8510 sehingga dapat dihasilkan sinyal ASK yang baik pada TLP916 perlu ditambahkan 74HC14 yang berfungsi sebagai Pancaran gelombang UHF dalam modulasi ASK tersebut selanjutnya diterima oleh RLP916 dan diubah menjadi data serial (TXD gambar 2) yang kemudian diteruskan ke TXD dari Modul IR-8510. Agar dapat ditransmisikan menjadi sinyal-sinyal infrared standard remote control, maka data tersebut terlebih dahulu dimodulasikan dengan frekwensi carrier sebesar 40 KHz sebelum dipancarkan oleh LED Infrared. Proses ini dilakukan pada bagian modulator dari Modul IR-8510.

b.      PSK(Phase Shift Keying)


Modulasi yang menyatakan signal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan tertentu dengan beda fase tertentu pula (misalnya tegangan 1 volt beda fase 0 derajat), dan sinyal digital 0 sebagai suatu nilai tegangan tertentu (yang sama dengan nilai tegangan sinyal PSK bernilai 1, misalnya 1 Volt) dengan beda fase yang berbeda (misalnya 180 derajat). Tentunya pada teknik-teknik yang lebih rumit, Hal ini bisa di modulasi dengan perbedaan fase yang lebih banyak lagi.  Phase-shift Keying (PSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan fase.
Pada sistem modulasi Phase Shift Keying (PSK), sinyal gelombang pembawa sinusoidal dengan amplitudo dan frekuensi yang dapat digunakan untuk menyatakan sinyal biner “1” dan “0”, tetapi untuk sinyal “0” fasa gelombang pembawa tersebut digeser 180o seperti pada gambar di bawah ini:

Block Diagram Modulasi PSK

Pada Gambar simbol pengali di sini merupakan Balanced Modulator, disini berfungsi sebagai saklar pembalik fasa, tergantung pada pulsa input, maka frekuensi pembawa akan diubah sesuai dengan kondisi-kondisi tersebut dalam bentuk fasa output, baik sefasa maupun berbeda fasa 1800 dalam Oscillator referensi. Balanced Modulator mempunyai dua input, yaitu sebuah input untuk frekuensi pembawa yang dihasilkan oleh Osilator referensi dan yang satunya input untuk data biner (sinyal digital).

c.       FSK(Frekuensi Shift Keying)


Modulasi yang menyatakan sinyal digital 1 sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu (misalnya f1 = 1200 HZ), sementara signal digital 0 dinyatakan sebagai suatu nilai tegangan dengan frekuensi tertentu yang berbeda (misalnya f2=2200 Hz). Sama seperti modulasi fase, pada modulasi freukensi yang lebih rumit dapat dilakukan pada beberapa frekuensi sekaligus. Dengan cara ini pengiriman data menjadi lebih effisiensi. Frequency-shift Keying (FSK), digunakan suatu jumlah terbatas berdasarkan frekuensi.
Dalam modulasi FM, frekuensi carrier diubah-ubah harganya mengikuti harga sinyal pemodulasinya (analog) dengan amplitude pembawa yang tetap. Jika sinyal yang memodulasi tersebut hanya mempunyai dua harga tegangan 0 dan 1 (biner/ digital), maka proses modulasi tersebut dapat diartikan sebagai proses penguncian frekuensi sinyal. Hasil gelombang FM yang dimodulasi oleh data biner ini kita sebut dengan Frekuensi Shift Keying (FSK).

 Dalam system FSK (Frequency Shift Keying ), maka simbol 1 dan 0 ditransmisikan Secara berbeda antara satu sama lain dalam satu atau dua buah sinyal sinusoidal yang berbeda besar frekuensi nya. Berikut adalah gambar Gambar Modulator FSK (Frekuensi Shift Keying).


Block Diagram FSK


Aplikasi FSK
·         Digital Enhanced Cordless Telecommunications (DECT) adalah standar komunikasi digital, terutama digunakan untuk membuat system telepon tanpa kabel. Ini berasal di Eropa.

·         AMPS (Advance MobIle Phone Service) adalah teknologi mobile telephon generasi pertama (1G) yangmasih menggunakan system analog FDMA (Freqwency Division Multiple Access).

·         CT2 adalah standar telepon tanpa kabel yang digunakan pada awal tahun sembilan puluhan untuk memberikan layanan telepon jarak pendek proto-mobile di beberapa negara di Eropa. Hal ini dianggap sebagai pelopor untuk sistem DECT populer.

·         ERMES (Radio Eropa Messaging System) adalah sistem radio paging pan-Eropa.

·         Land Mobile Radio System (LMRS) adalah istilah yang menunjukkan suatu sistem komunikasi nirkabel (s) yang dimaksudkan untuk digunakan oleh pengguna kendaraan darat (ponsel) atau berjalan kaki(portabel). Sistem tersebut digunakan oleh organisasi darurat pertama yang merespon, pekerjaan umumorganisasi, atau perusahaan dengan armada kendaraan besar atau staf lapangan banyak.

·         Modem
Modem merupakan singkatan dari modulator - demodulator. Modulator artinya penumpangan isyarat, demodulator pengambilan isyarat. Seperti penumpang bus yang masuk dari halte A keluar di halte B,maka halte A adalah modulator, halte B adalah demodulator.
Modulator pada modem Modulator mengubah isyarat data serial menjadi isyarat isyarat audio. Input modulator berupa sinyal data serial, outputnya berupa audio. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi dari sinyal pembawa (carrier) dan siap untuk dikirimkan. Lihat gambar berikut. 


BAB III

Penutup

Kesimpulan


            Modulasi digital adalah teknik penumpangan data dalam bentuk sinyal digital pada gelombang pembawa/carier melalui suatu media transmisi. Dan ada tiga jenis modulasi digital yaitu Amplitude Shift Keying, Frekuensi Shift Keying, dan Phase Shift Keying. Dari ketiga jenis modulasi digital memiliki fungsi masing masing dan pengapliasiannya yang berbeda beda sesuai kegunannya.